::>>Subscribe

RSS Feed (xml)

::>>Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

--Assalamu Alaikum-- Welcome to my blog,Cafe Net Clinic.... More Than Just an Entertainment..Be closer to me and don't forget to leave your comment
Showing posts with label UniQue. Show all posts
Showing posts with label UniQue. Show all posts

Wednesday, April 8, 2009

Tahukah Kamu...?


Madu Lebah Obat Luka dan Diabetes
Tahun 2002, Catherine Hulbert, seorang warga Negara Amerika mengalami kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan kakinya luka parah. Sebelum kecelkaan dua sudah menderita Diabetes. Lukanya kian parah kendati sudah mengkonsumsi berbagai obat dan antibiotic. Melihat kondisi ini, Dr Jennifer Eddy dari fakultas kedokteran Universitas Wisconsin menganjurkan untuk menggunakan madu lebah sebagai obat untuk lukanya. Beberapa bulan kemudian, luka kaku dan penyakit Catherina sembuh total. Dr Jennifer pun akhirnya mendapat penghargaan dari Akademi Amerika.


Awal Kebiasaan Merokok pada Manusia
Menurut Wikipedia, manusia di dunia yang merokok untuk pertama kali adalah suku Indian di Amerika, untuk keperluan ritual seperti memuja dewa atau roh. Pada abad 16, ketika bangsa Eropa menemukan benua Amerika, sebagian dai para penjelajah Eropa itu ikut mencoba menghisap rokok dan kemudian membawa tembakau ke wilayah Eropa. Lalu, kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Abad 17 para pedagang Spayol masuk ke Turki ad saat itu kebiasaan merokok mulai masuk ke Negara-negara Islam di dunia.

Mengetahui Bakat dari Analisis Sidik Jari
Sidik jari pada tangan seorang anak secara langsung berhubungan dengan perkembangan otak. Roger W Sperry, pemenang Nobel Kedokteran 1981, melakukan riset tentang fungsi khusus belahan otak. Melalui sidik jari, baka anak bisa ditelusuri. Di rusa, analisis sidik jari digunakan untuk memilih atlet Olimpiade. Begitu juga dengan China. Pada usia balita, masih terlalu dini untuk melihat bakat seseorang. Jadi, cara terbaik untuk mengetahui bakatnya adalah dengan menganalisis sidik jari mereka. Ini telah dibuktikan oleh sejumlah ilmuan di beberapa Negara di Eropa.
ReaD MoRe...

Tuesday, April 7, 2009

Mobil Mikro Indonesia


Masih ingat Tata Nano? Mobil minimalis produksi dari Negara India yang menjadi mobil termurah di dunia yang dibandrol dengan harga 2.500 dolar As atau sekitar Rp. 24 juta. Indonesia melalui putra bangsanya juga tidak mau kalah dengan ciptaan Negara tersebut. Meski masih dalam proses penyempurnaan, mereka telah mempersiapkan microcar.


Mobil cilik roda 4 bermesin sepeda motor bernama Arina (Armada Indonesia). Mobil ini akan menggunakan mesin sepeda motor dengan kapasitas mesin 150 cc, 200 cc, dan 250 cc dengan panjang 2,21 meter buatan Unnes (Universitas Negeri Semarang) ini, ternyata cukup menyita perhatian masyarakat saat dipamerkan dalam ajang gelar kreativitas Unnes, baru-baru ini.

Katanya sih ide ini berawal saat fenomena kendaraan roda tiga (three wheeler motor bike) semakin tinggi. Sedang kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan niaga beroda tiga juga cukup tinggi. Di satu sisi, kendaraan jenis ini bisa mengisi kekosongan, yang selama ini tak dapat dilakukan pick up pada medan dengan jalan sempit. Sebagai tambahan lagi mobil Arina ini juga bisa dijadikan sarana pengangkutan barang di bawah 600 kg. Bersama mahasiswa Teknik Mesin yang tergabung dalam kelompok creativity and research club (CRC), terciptalah microcar yang sama sekali berbeda dengan produk sejenis dari India, Cina, Eropa, dan AS.

Mobil Arina dirancang menggunakan mesin sepeda motor, dengan kapasitas bahan bakar 4 liter. Modifikasi dibuat menarik, dengan stir bundar, bukan stang sepeda motor. Sedang mesin berada di luar kabin, tak menyatu dengan tempat pengemudi.
Penumpang, nampaknya tak perlu khawatir kesakitan saat mobil ini melaju di jalan yang tak rata. Teknologi shock breaker membuat respon ban dengan ukuran 3.50 - 10 lebih nyaman dilengkapi rem cakram. Sedang suku cadang juga mudah ditemukan di pasaran, karena 100 persen buatan Indonesia.

Mobil Arina sendiri sudah resmi didaftarkan di Depkumham RI untuk digunakan sebagai mobil mikro di pasar Indonesia. Nah, bagaimanapun Arina adalah produk yang dibidani dan dilahirkan dari rahim dunia pendidikan, meski untuk dapat berkiprah sebagai kendaraan nasional, masih butuh berbagai dukungan.

Anda yang penasaran dengan mobil mikro Arina, pengen menyentuh atau sekadar melihat-lihat mobil ini?
Jangan kemana-mana di bulan Mei mendatang. Soalnya Arina bakal diperlihatkan di Pameran Produksi Indonesia (PPI) yang digelar di Kemayoran, Jakarta Utara pada 13 sampai 17 Mei mendatang.

ReaD MoRe...