::>>Subscribe

RSS Feed (xml)

::>>Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

--Assalamu Alaikum-- Welcome to my blog,Cafe Net Clinic.... More Than Just an Entertainment..Be closer to me and don't forget to leave your comment
Showing posts with label Diri-Que. Show all posts
Showing posts with label Diri-Que. Show all posts

Tuesday, March 31, 2009

I`m in d OffiCe.........

Tak terasa kurang lebih sebulan aku di kantor ini ...... Yang kulakukan hanya belajar belajar dan belajar....
Belajar akan manajemen perusahaan secara umum, belajar tentang profesionalisme keilmuan, dan belajar tentang bagaimana cepat beradaptasi di lingkungan yang baru. Terkadang menjemukan terasa ketika hanya duduk manis di depan komputer, dan tidak tahu lagi mau 'ngapain'. Bingum eh bingung jadinya....Belum lagi harus masang muka senyum tiap hari biar kelihatan bersemangat.

Maklum lah sebagai pendatang baru, saya mesti belajar dulu bagaimana proses bisnis di perusahaan ini. Dan seiring dengan berjalannya waktu maka kemarin adalah salah satu momen yang paling membanggakan buat saya, yaitu ketika saya dipanggil oleh bos ikut rapat mengenai pengembangan jaringan dan infrastruktur di beberapa daerah.... wah wah... ada kesan tersendiri ketika ikut pada rapat perdana kemarin.. Nah mulai saat itu lah saya sedikit demi sedikit diberikan job dan tanggung jawab terkait dengan keputusan rapat.
Jadi pesan saya buat para new comer at the office, belajar lah dulu, jangan mangut-mangut aja alias berpangku tangan. Kalau ngga ada kerjaan pura-pura aja cari kesibukan, toh nantinya juga akan dapat job. Malah ketika sudah dapat job, waktu untuk bersantai ria nyaris sudah tidak sempat lagi..
Dan terakhir jangan pernah untuk malu bertanya, lebih baik mengajukan pertanyaan yang terdengar bodoh, dari pada harus mengerjakan pekerjaan dengan cara yang bodoh (karena tidak bertanya)
ReaD MoRe...

Saturday, December 27, 2008

Militerisasi, Tempaan Tiada Henti

"Dua tiga tak akan kulupa,
Tempat kita berlatih bersama,
Siang malam selalu ditempa,
Tuk menjadi pegawai PLN"

Petikan bait ini sejenak menghipnotis pikiranku, menembus batas alam bawah sadarku, teringat akan kerasnya hidup kemiliteran di Kopassus Batalyon 23, Bogor. Sepuluh hari ibarat sebuah waktu yang cukup singkat namun telah membawa perubahan yang begitu cepat, mengubah perilaku saya dan 233 rekan lainnya. Sepuluh hari sebagai titik awal pembentukan sikap mental dan disiplin, menjadi salah satu tahap prajabatan PLN angkatan XII.

10 Desember 2008, menjadi hari pertama kujejakkan kaki di daratan Batalyon 23 TNI AD. Sebilah pisau hitam tertancap gagah di gerbang itu. Barek merah yang menjadi symbol angker buat sekelompok manusia berseragam hijau loreng jelas masih teringat. Sesaat truk yang mengangkut kami berhenti kemudian bergegas turun. Terdengar teriakan para pelatih. Pelatih begitu kami menyebut mereka, dan mereka pun enggan dengan panggil Bapak apalagi Om…..dengan postur yang tinggi tegap berseragam lengkap dengan segala aksesoris ketentaraan, ditangannya mereka memegang seutas selang berukuran 30 cm, siap menjadi bahan cambukan, sepertinya.

Suatu sambutan yang hangat kala itu ketika teriakan memekik telinga memerintahkan segera berbaris berbanjar dan berjalan berirama. Dengan sekali hentakan kaki, tampak barisan kocar-kacir bak semut kebanjiran. Entah karena ketegangan yang mulai menyelimuti ataupun karena sudah lama tidak lagi mengikuti pelajaran PBB dengan baik. Bentakan dari arah kiri seakan memecah gendang telingaku, serentak seluruh barisan berjongkok, merangkak, dan merayap kemudian berguling. Suatu kolaborasi hukuman yang sangat pas untuk mengocok perut Anda. Benar-benar sambutan yang hangat. Pikirku ini belumlah seberapa. Anggap saja warming up buat 10 hari ke depan.

Di pintu gergang utama, terpampang dengan jelas sebuah tulisan “NKRI Harga Mati”, kalimat yang menjadi kata sandi sebelum memasuki kawasan Batalyon. NKRI harga mati, menyiratkan pesan patriotisme dan semangat nasionalisme yang kuat. Pesan moral yang harus tertanam dalam diri setiap prajurit. Dhanuja Yudha, yang berarti ksatria yang gagah perkasa, harus rela mengorbankan segenap jiwa dan raga untuk Ibu pertiwi. Setidaknya itulah maksud yang bisa tertangkap dari mereka, para perlatih, para ksatria, para Dhanuja Yudha.
Tiga kali teriakan lantang kata sandi tadi mengiring barisan masuk ke kawasan Batalyon. Sesaat pandangan tertuju pada sepadang rumput nan hijau, pepohonan yang berjejer berbaris, lebih teratur dibanding dengan barisan kami. Hembusan angin, menghirup udara yang begitu sejuk, merasuk hingga ke rongga hidungku. Hilir angin yang sepoi, menyentuh daun telingaku membisikkan nada sindiran, bisikan kecil ia berkata, “Welcome to the hell.”

Banyak kisah yang mengiringi perjalanan selama 10 hari berikutnya. Betapa tidak, seluruh aktivitas yang melibatkan fisik dan mental menguras seluruh tenaga dan pikiran. Mulai dari hal yang terkecil hingga ke hal-hal yang urgen, semua memiliki aturan tersendiri. Cara makan, minum, mandi, berpakaian, berjalan, hormat, hingga bagaimana harus tertawa yang seragam semua ada aturannya. Saya bahkan merasa layaknya bocah kecil yang baru lahir. Awalnya peraturan ini tampak membuatku kaku dan bodoh.

Ada cerita unik dan menggelikan disana, saat ketika pembersihan alias mandi. Seluruh siswa harus mandi dalam kondisi tanpa busana, memang demikianlah hakikat mandi, telanjang. Akan tetapi, yang tidak biasa disini ketika harus mandi secara bersamaan di satu tempat. Karena konsep yang ditanamkan adalah kebersamaan maka segala sesuatu harus bersama termasuk dalam hal mandi. Awalnya merasa canggung bin risih melihat sekawanan burung kebasahan, namun lambat laun juga mulai terbiasa. Sekali lagi, pengalaman baru kudapatkan, mandi bersama.

Terbiasa dengan komposisi waktu yang terbatas juga berlaku saat kegiatan makan berlangsung. Dalam 2 menit makanan harus dihabiskan. Terkadang makanan tidak lagi sempat dikunyah, maka dengan sedikit bantuan air sejurus kemudian setimpuk nasi dan sepotong daging masuk ke rongga kerongkongan. Menu makanan yang tampaknya enak akhirnya tidak bisa dinikmati hanya menyisakan cegukan besar dan rasa mual.

Tinggal dan tidur di barak tenda. Setiap barak berisikan 26 orang. Beralaskan veldbeck, sejenis kasur lipat khas darurat. Keteraturan juga harus ada di sini, termasuk bagaimana mengatur posisi tas dan ransel, alas kaki, dan alat mandi. Keseluruhan posisi harus mengikuti cara yang sama. Di dalam tenda hamper tidah ada waktu untuk bersenda gurau karena kelelahan walaupun ada saja satu dua orang yang sempat mengobrol. Waktu istirahatpun sangat dibatasi. Paling tidak hanya 3 jam sehari. Seperti kata pelatih, istirahat dan tidurlah yang efektif. But how…? Pernah suatu ketika malam caraka tiba, saat dimana mata terlelap tidur, waktu itu sekitar pukul 1.30, seketika dibangunkan dengan suara ledakan dan sirene. Dentumannya sangat keras, hingga jantung sepersekian detik tidak merespon lagi. Keadaan bertambah genting ketika semua lampu dimatikan. Dalam kondisi seperti ini setiap siswa diwajibkan memakai seragam lengkap berdasi dan bersepatu. Dalam hitungan detik kembali berkumpul di tengah lapangan. Ide gila ini sebenarnya sebagai bentuk simulasi melatih kesiapsiagaan yang dituntut setiap waktu dalam kondisi apa pun.

Namun di balik semua perlakuan baik itu mekanisme hukuman yang menurut perspektif sebagian rekan-rekan lainnya adalah di luar batas kemanusiaan maupun tempaan dan pembinaan yang didapatkan tidaklah seberapa bila dibandingkan dengan pengalaman yang luar biasa. Sungguh melebihi ekspektasi yang kami harapkan. Hal-hal yang baru seperti melakukan aksi rafling (turun tali), flying fox (meluncur), titian tali, lempika alias lempar pisau kampak, ibarat semua ini tampak seperti outbound di alam bebas namun hanya dengan sedikit tekanan dan latihan ekstra. Dan yang paling berkesan ketika latihan menembak. Pertama dan yang paling menegangkan, hamper belum satupun yang pernah mencoba sebelumnya. Jangankan menembak, memegang senjata pun mungkin baru pertama kali. Saat membidik dan kemudian hendak menekan picuan adalah saat dimana ketegangan mulai memuncak, adrenalin bergerak mengalir ke atas, nafas yang tidak karuan, sejenak jantung tak lagi berdetak, karena focus pandangan ke arah sasaran tembak. Hingga akhirnya setetes keringat mulai mengucur dan kelegaan membuncah ketika satu peluru yang tertembak tepat mengenai sasaran. Seketika dentingan senjata yang memekik telinga tak lagi terasa. Sungguh luar biasa.

Sepuluh hari kemudian, dengan semua latihan dan caci maki dari sang pelatih, akhir dari perjuangan melawan dan mengendalikan emosi dan keakuan. Sepuluh hari yang kemudian mengubah pola hidup secara perlahan ke arah yang lebih baik, lebih disiplin dan hidup lebih berkualitas. Sepuluh hari dengan sejuta pengalaman baru. Esensi dari pelatihan sikap mental dan disiplin ini telah menjadi pembelajaran yang sangat berharga. Semoga dapat menjadi bekal buat meniti masa depan yang lebih cerah.



ReaD MoRe...

Tuesday, November 25, 2008

I`m coming back..............

Dua pekan yang lalu, saya dapat job luar dari big bos. dan mau tau daerahnya mana...POSO...Wouw... it`s amazing destination...I mean scary place..!
Awalnya pengen nolak cuman karena ini tugas dan masih menjaga reputasi di hadapan bos biar ngga kena Surat Teguran. Alih-alih aku iyakan, dan berangkatlah aku ke sana. Perjalanan yang cukup melelahkan, dari Bogor, ke Jakarta, Makassar lanjut ke Palu dan nyambung ke Poso dan berakhir di Site Project. Dalam waktu hampir 36 jam akhirnya sampai juga. Anehnya saya tidak lagi melihat ataupun merasakan kengerian seperti yang kubayangkan. Bukan juga daerah terisolasi saya kira. Kecuali pemandangan yang sangat natural dan udara yang sejuk, lingkungan dimana saya tidak mungkin dapatkan di Jakarta. Ditambah lagi tempat tinggal disana yang bener2 full of service pokoknya...Serasa nginap di villa.
Danau Poso, salah satu objek wisata yang menyimpan sejuta kenangan tersendiri buatku.
Anggrek hitam yang tergolong langka di Indonesia berhasil kubawa pulang. katanya sih harganya mahal soalnya selain karena bentuknya dan warnanya yang unik juga dapatnya susah. Saya menganggap perjalanan dinas ku kali ini tidak lebih dari sekedar refreshing...asik banget...Kerjaan survey selesai, bisa sekalian jalan-jalan, kuliner, dapat duit pula, wuih....
Kembali ke Jakarta, 10 hari setelah perjalanan dinas, terasa ada yang hilang. Yup, kembali dengan keramaian, polusi, dan rutinitas..membuatku semakin jenuh. saking jenuhnya di kantor tidak lagi bersemangat, bukan karena lingkungan kerja tapi sesuatu yang jauh dari ku. Selalu teringat dia yang di sana. Hubungan jarak jauh terasa sulit sekali. Hingga akhirnya kuputuskan untuk pulang kembali.
Masalah pekerjaan? Tadi siang sudah kulayangkan surat permohonan pengunduran diri sama bos...Kaget juga, tapi setelah kujelaskan si Bos pun mengerti. Saya tidak ingin mengecewakan perusahaan dengan bekerja namun tidak dengan sepenuh hati. Terasa makan gaji buta dong...Kalau tidak ada aral melintang Hari Jumat malam aku naik pesawat lagi,,,seperti kata teman2 dalam sebulan saya sudah hampir 8 kali naik pesawat. Demi cinta aku kembali...wait for me babes,, cos i`m just happy with you...i hope you so

ReaD MoRe...

Monday, November 3, 2008

.::Nestapa ::.

Kurang lebih sebulan saya merantau. Jakarta yang padat. Ampun Tuhan....
Hari ini perasaan itu muncul lagi. Rasa kangen akan kampung halaman, suara motorku, bau sampah depan rumahku, dinding kamarku yang ngejreng, hampir di setiap sudut rumahku, begitu terasa.
Hujan hari ini menambah nuansa kangen kampoeng... Tapi itu tidak lah seberapa ketimbang rasa kangen ku pada seseorang yang kuyakini ia pun merasakan hal yang sama.
My lovely, i`m so far away, please dont let me go ...seakan teringat kata-katamu di akhir pertemuan kita di bandara Makassar...
Sungguh saya merindu lagi sekarang.... Long distance relation is too hard for me...
Eh kalaupun kamu kebetulan membaca postinganku ini, ada hal yang ingin saya utarakan pada mu yang takkan pernah bosan mulut ini tuk berkata I love You so.....
Whatever and Whenever...I still love you, wait for me please....
I Miss You Honey
ReaD MoRe...

Wednesday, October 22, 2008

.:: Kabar dari Jakarta [seri 2]

Siapa suruh datang Jakarta..petikan lirik lagu lawas ini seolah-olah menyiratkan seorang pemuda yang datang mengadu nasib di kota metropolitan. Riuh, bising, macet menjadi sarapan di pagi hari. Pagi yang menurut pendatang seperti saya,masih menyisakan waktu untuk berbaring, namun di kota ini, justru di saat inilah di kala jam arloji tanganku masih menunjuk pukul 4.30, menjadi awal yang tepat bagi hampir setiap orang untuk mengais rejeki. Sungguh pemandangan yang jarang terlihat di tanah asalku, kota daeng. Inilah yang membuktikan bahwa Jakarta dengan segala dinamika manusia, dari setiap roda kehidupan yang terus berputar seakan tak mengenal lelah,sepanjang hari sepanjang malam, sepanjang tumpuanku mengais rejeki di sini. Maka pantaslah sebutan megapolitan melekat, menjadi simbol kota abang none ini.
Inilah pencitraan pertamaku tepat di awal kumenginjakkan kaki di sini. Tak terasa seminggu sudah saya berada di kampung seberang. Mengawali niat untuk bekerja, menjadi buruh perusahaan. Begitu banyak kejutan dan pengalaman baru yang saya dapatkan. Nilai-nilai persaudaraan, integritas maupun pola hidup agar tetap bisa survive pun telah kupelajari. Kota ini, dengan hingar bingarnya, secara tidak sadar telah mengajariku hal-hal baru. Canda tawa,suka duka, dan segala gejolak emosi yang luar biasa seakan membiusku di tengah-tengah ekspektasiku yang berlebih atas kota Batavia ini. Perasaan negatif pun tak dapat terelakkan. Ketika phobia hadir menghantuiku, mengusik ketenangan batinku, teringat cerita orang akan kriminalitas yang tinggi. Ah, semua ini karena keseringanku melihat tayangan Patroli ataupun Buser, suatu tayangan yang menurutku sangat tidak menghargai, yang justru akan melahirkan ketakutan-ketakutan baru yang tak ayal menciptakan phobia yang berlebihan seperti apa yang kurasakan kini..dan akibatnya pun berdampak buruk bagi saya sendiri. Semisal ketika tragedi kehilangan handphone dan kacamata Okley yang saya tahu setelah mengambil barang bagasi. Salahku memang karena tas dimana saya menyimpan barang berharga, sepantasnya tidak dibagasi. Ya begitulah keteledoranku memjadi penyebab utamanya. Tapi kabar baiknya,si penyolong telah mengurangi satu koleksi kacamata versi bajakanku..(baca:murahan). Namum ada juga saat dimana saya merasa hidup di dunia impian. Tornado,halilintar,kincir2,niagara-gara kembali menantang adrenalinku.Ya, Dunia Fantasi sesaat telah menghipnotisku untuk kembali ke arena itu. Tempat paling seru sekaligus termahal yang pernah saya kunjungi. Belum lagi ketika menemukan surga belanja termurah yang pernah ada. Tanah Abang telah menjadi pusat perhatianku kembali. Pilihn yang sangat tepat mencari oleh2..Hingga sempat nyasar di busway.Dan yang paling mengesankan,gedung2 pencakar langit berikut Monas yang telah menjadi simbol Indonesia sesaat membuat leherku terasa pegal karena terus saja mendongak.Ndeso..kata yang tepat buatku saat ini. Tapi dari pengalaman itu lah yang kemudian membuatku sedikit betah tinggal di kota ini di samping karena tuntutan pekerjaan. Kini saya merasa tak asing lagi, berkat selembar peta yg menjadi kiblat perjalananku. Seminggu yang mengesankan,akankah bertahan lama hingga kumerindukan kembali kampung halaman..? ReaD MoRe...

Sunday, October 12, 2008

Bandung, How Lucky I`m There........

Setelah melewati pergulatan kebimbangan yang 5 hari terus saja menghantuiku... Memilih di antara dua pilihan yang sulit, akhirnya kuputuskan berangkat ke Bandung esok...
Memang sulit rasanya dua pilihan ini apalagi berkaitan dengan masa depan saya. Manusia memang takkan pernah lepas dari masalah yang klasik. Terlebih lagi saya termasuk orang yang paling sulit untuk memutuskan sesuatu dengan baik dan cermat. Terasa begitu menyita pikiran dan waktu untuk mempertimbangkannya. Mulai dari bertanya ke sanak famili, teman-teman, hingga melakukan "shalat istikharah", tak jua mampu menepis keraguanku. Tapi kini tiket itu berada di genggamanku. Tiket Makassar-Jakarta via Batavia Airlines, keberangkatan pukul 8.25 menandakan keputusan telah kubuat, walaupun harus kusadarai bahwa itu belum sepenuhnya meyakinkan diriku. Mungkin Anda bertanya-tanya, ada ada sih..? Baiklah jika berkenan saya melengkapi ceritanya dari awal.
Sebagai lulusan yang telah alumni sejak bulan Juni lalu, seperti para "pengacara" lainnya saya berusaha untuk mencoba meniti karier di perusahaan2. Mulai dari memasukkan lamaran, mengikuti tes, hingga ke tahap akhir. Saya sebagai pencari kerja terbilang optimis.. Saya memiliki target pencapaian yang tidak muluk-muluk..Saya memiliki formasi 10 7 5 3 1, yups... lagi-lagi saya mengadopsi teknik marketing Bob. Tepatnya seperti ini, saya memasukkan 10 lamaran kerja, dari 10 yang terpanggil mengikuti tes ada 7, yang dapat saya ikuti ada 5, dari 5 itu saya lulus untuk 3 aplikasi yang berbeda, dan terpilihlah SATU yang terbaik..Cukup unik juga sih sekaligus menantang. dan itulah yang saya lakukan sekarang. Namun kenyataannya tidak semudah saya perkirakan. Ternyata ada satu parameter yang lupa saya pertimbangkan. Bagaimana jika seandainya waktu tesnya bersamaan.Dan itulah yang terjadi. Awalnya berjalan sesuai rencana, saya berhasil ke tahap akhir untuk 3 bidang pekerjaan. Namun saya harus memilih diantara yang terbaik. saya telah menepis 1 pilihan, tersisa dua, dan ini lah yang paling sulit. Karena tanggal 15 Okt 08 nanti ada tes kesehatan di Bukaka Teknik Utama tepatnya di Bandung yang kemungkinan diterimanya itu sudah 90 persen, dan rencananya disuruh training kira2 sebulan setelah dinyatakan lulus. Namun sayangnya pada tanggal 29 Okt 08 berikutnya saya ada tes wawancara PLN Makassar, dan jujur saja saya lebih menginginkan diterima di PLN, namun lagi2 probabilitasnya masih fifty-fifty, karena masih harus melewati 2 tes lagi, wawancara dan kesehatan. Karena takuk kualat, jadi saya putuskan untuk berangkat saja dulu ke Bandung, mudah-mudahan di beri izin pulang ke Makassar sebelum tanggal 29 nanti..Karena kalau tidak maka kesempatan bekerja di perusahaan idamanku akan pupus. Betul-betul dilematis. Saya hanya berkesimpulan bahwa terkadang banyak peluang juga sulit juga yah, terkadang rezeki yang diberikan belum tentu kita siap menerimanya. Tapi ada keyakinan baru yang saya terima dari petuah seorang teman yang cukup membesarkan pilihan saya yaitu, apapun itu, dimanapun itu, jika memang Dia telah memilihkan maka itulah yang terbaik. Manusia kan cukup berusaha dan berikhtiar aja dibarengi dengan doa. Dan saya menganggap keberangkata saya ke Bandung itu bagian dari usaha juga kan....Kita lihat aja nanti apakah saya tetap tinggal di Bandung atau back to Makassar
bersambung
ReaD MoRe...

Saturday, August 30, 2008

.:: Keheranan Orang Yang Heran

Keherananku bukan pada orang yang bisa terbang di angkasa
Keherananku bukan pada orang yang bisa berjalan di atas air
Keherananku bukan pada bayi-bayi yang bisa bicara
Keherananku bukan pada Kilauan Harta yang berlimpah
TAPI yang aku herankan kepada 9 macam manusia, yaitu :

1. Aku heran kepada orang yang beragama Islam, tapi tak mau mempelajari Ilmu Agamanya.
2. Aku heran kepada orang yang mengaku hamba Allah SWT tapi masih mengenteng-entengkan shalat dan menunda-nunda waktunya.
3. Aku heran kepada orang yang tidak tahan suhu panas/api dunia, tapi ia berbuat yang menyebabkan terjerumus ke dalam Api Neraka.
4. Aku heran kepada orang berawal dari sperma Bapaknya, keluar dari farji ibunya, tapi ia berani dan berlagak sok di depan mereka.
5. Aku heran kepada para istri yang menyadari bahwa taat kepada suami dapat menyebabkan masuk Surga, tapi ia malah keluar daripadanya dengan jalan mendurhakainya.
6. Aku heran kepada para orang yang menyadari bahwa Umur tiada yang tahu dan Kematian pasti datang kepadanya, tapi ia masih sibuk dengan urusan Dunia dan tak kunjung memperbaiki amalnya dengan Ilmu.
7. Aku heran kepada orang Tua yang tak kunjung segera bertaubat, masih senang main-main saja.
8. Aku heran kepada Anak Muda mudi, yang menghabiskan usia mudanya dengan sia-sia, malah mengumpulkan dosa dan mempersempit hidupnya sendiri di masa tuanya.
9. Aku lebih heran lagi kepada diriku sendiri!!! Ya Allahu Robbi, perbaikilah amal ibadahku sekarnag juga karena Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu terhadap diriku. Amin
ReaD MoRe...

Monday, July 7, 2008

Setting HTML ku Gagal

Gara-gara ngutak-ngatik html karena pengen tampilan yang lebih ok, yang ada malah template blogku rusak alias pincang nyesel...nyesel banget..mau tau asal muasalnya....

ceritanya gini ..kan saya lagi baca artikel nya kang rohman dari blognya "Mule" tentang gimana buat Read More versi baru yang lebih mantap. Selidik demi selidik saya baca ternyata emang keren.Kelebihannya yaitu ketika pembaca mengklik link Read more, maka keseluruhan artikel bisa terbuka tanpa harus me-loading ulang yang terkadang membuat BT pembaca yang koneksi internetnya rada lelet , selain itu untuk artikel yang pendek, tulisan readmore nya bisa di hapus sehingga tidak mengganggu pemandangan karena tulisan readmore selalu muncul walaupun pada artikel yang pendek. Karena tertarik saya pun coba. Awalnya sih gampang tinggal copy paste, tapi waktu di save nah disini dia mulai ada error.Ngga nyerah gitu aja, saya lanjut dong.Ngutak atik lagi.tapi sialnya dasar saya yg blum terlalu tau html,nah ke -save tuh hasil editannya.Begonya lagi saya lupa back up. Walah mak....pas di cek ulang innalillah deh...template ku berubah total...
Nah pesan buat teman2, jangan coba berani edit html sebelum tau bener .. ato emang dasarnya saya yg bego yah..
yang jelas pelajaran deh buat saya...yah itung2 ada kerjaan baru..Nyari template lagi or buat baru sekalian
ReaD MoRe...

Sunday, June 29, 2008

Akhirnya Datang Juga

With proudly present to you, Mom. I know that you proud of me too.

Empat tahun delapan bulan yang lalu....
Saya masuk ke kampus merah UNHAS dengan menggenggam sejuta harapan, menuntut ilmu meraih cita dan asa.
Now, I have prove it…
Satu fasa telah kulewati. Status sebagai seorang mahasiswa telah berakhir. Terhitung sejak tanggal 25 Juni 2008 kemarin saya resmi berstatus pengangguran, katanya teman2 ”seprofesi” sih : ”Welcome to our club, d Job Seeker!”, 
I have graduated with my Bachelor Degree .
Setelah sempat tertunda selama kurang lebih 6 bulan karena sesuatu dan lain hal, akhirnya hari dimana setelah sekian lama saya nantikan datang juga. Pemasangan toga dan berjubahkan baju khas academic senatoris (saya sih melihat diriku mirip penyihir Harry Potter).

Ada banyak cerita yang mengisahkan perjalanan panjangku menuju ke tahta pengalungan penghargaan terbesar buat seorang yang berpredikat Sarjana Teknik. Teringat begitu banyak kisah suka duka yang menyertai. Berawal dari prosesi penerimaan MABA 2003 dengan penyambutan khas dari para senior. Alih-alih menjadi panitia beberapa even kampus. Tugas, laporan yang menumpuk membuat otak setengah gila. Hingga pengerjaan Tugas Akhir yang menjadi titik nadir terakhirku…
Semua seakan ter’flash-back’ saat-saat dimana upacara wisuda digelar. Perasaan yang bercampuk aduk jadi satu. It`s just unbelieveble.
Satu momen terindah juga terjadi ketika malam sebelumnya, saat acara pelepasan Fakultas Teknik di Hotel Singgasana.


It was surprising me. Gak nyangka saya menjadi lulusan terbaik ketiga dari 136 alumni teknik. Suatu prestasi yang membanggakan buat saya. Even there are no my family accompany me for the achievement 
Seperti tradisi sebelumnya, setelah acara wisuda digelar ada acara syukuran (saya sih gak mau ada acara seperti itu, cuma teman2ku yang pada narsis ma traktiran, gratiiiiiiiiiiiisss).
Mulai dari makan bareng keluarga di kafe Gigi..dengan muka dan tampang kekenyangan..hehe

Habis itu nonton bola bareng saat laga semifinal Spanyol Vs Rusia di kafe Ogi Pettarani. Untungnya Spanyol menang, kalo ngga wah saya bisa rugi 2 kali dong.

Besoknya lanjut lagi (ba`da Jumatan). Get ur lunch in Pizza Ria Cafe.

Betul-betul ide gila temanku buat saya harus ngocek dompet dalem-dalem…*bangkrut*.
Eh belum sampai disitu, teman2 yang gak sempat datang minta acara trakiran tambahan, enak aja *matima*.
Tapi satu lagi yang bakalan nagih nih...teman2 ’angingmammiri’. Wah ini sih kudu wajib juga, kalo ngga bisa-bisa teh Rara kick out saya, terlebih sama *kandatto*nya jeng Ina. Gara-gara si Eryk yang bocorin...wuih...Pokoknya saya tunggu aja undangannya (eh kebalik yah, ).

Setelah ini, saya memiliki obsesi dan impian yang baru. Seakan menjadi candu bagiku, ada keinginan buat lanjutin sekolah lagi for my Master Degree. Pengen ngerasain lagi gimana senengnya diwisuda. Tapi yang jelas mungkin nyambi kerja juga. Dan sekarang lagi nyiapin buat rencana dan goal ke depan. Dapat kerja, lanjut kuliah, punya rumah, istri dan naik haji............
And finally, my last speech for this post is
“The future is not a matter of chance, it is a matter of choice”
“You are what you think, you get what you do”
ReaD MoRe...

Wednesday, June 18, 2008

i KnoW wOT i Ne3D

Hidup adalah sebuah misteri. Bahwa hidup hanyalah takdir. Tak lebih dari sebuah permainan. Penuh dengan trik dan tipuan. Saya tidak sanggup mengendalikan hidupku. Karena semuanya telah hadir sang sutradara mengatur jalannya hidup ini. Setidaknya itulah yang kurasakan dahulu.

Sejak kepergian ibunda tercinta hidup saya secara tidak langsung berubah. Begitu banyak obsesi yang terpendam yang belum sempat kutunaikan ketika beliau masih hidup. Saya berkeinginan membahagiakan kedua orang tua saya, diri saya, keluarga saya dan orang-orang yang saya cintai. Saya inginmereka bangga memiliki saya. Saya ingin pengakuan dunia bahwa seorang Sadli pun dengan tangannya sendiri sanggup menorehkan tinta emas dalam sejarah hidupnya.

Keinginan saya begitu mendalam tatkala berbagai cobaan dan ujian yang datang tak lama setelah kejadian yang mengharu biru di hari Jumat, sehari sebelum Lebaran 2007. Namun ada banyak pelajaran dan hikmah yang kemudian tersingkap dalam tabir kepedihan. Saya kemudian mendapatkan kemudahan setelah kesulitan menghadang. Saya tahu, bahwa semua akan terlewatkan. Semua hanya sebuah proses. Fase kehidupan yang telah saya lalui, akan menjadi jembatan menuju pendewasaan diriku.

Kini, dengan kondisi yang mulai membaik, saya membangun kembali pundi-pundi harapan setelah apa yang pernah saya impikan bersama nya sirna…

Saya punya harapan baru. Saya punya keinginan baru. Saya punya impian baru.

Menjadi pengusaha yang sukses, karyawan yang produktif, dan akhirnya pemimpin yang berhasil. Bekerja dalam lingkungan yang kondusif dan nyaman. Memiliki tempat tinggal sendiri, kendaraan sendiri, membentuk rumah tangga yang sakinah, melahirkan keturunan yang soleh, dan berbakti, menunaikan ajaran Islam secara kaffah. Mendirikan rumah panti yatim piatu bernamakan Ar-Rahman yang didalamnya terdapat mesjid Asy-Syams, yang kuambil dari nama orang tuaku. Saya mendapakan promosi pangkat di perusahaan tempatku bekerja dengan cepat. Mereka semua bangga melihatku. Bangga telah memilikiku. Bahagia yang kurasa. Damai.... dan segala cita dan harapanku terpenuhi. Dan kulihat Ibuku tersungging melihatku berhasil dan bahagia. Ya... dengan sangat jelas kulihat bibir manisnya yang tipis berselimutkan kerudung putih di balik awan putih di tanah seribu nabi...di atas bangunan tua segiempat yang megah....Sembari kumemuji keagungan Tuhan yang telah memperkenankan diri ini, mengajak seluruh anggota keluarga bertandan ke rumahNya.

. Saya merasa lebih baik. Apa yang kini berada digenggamanku adalah penghargaan terbesar yang akan kudapatkan suatu hari nanti dari arah yang tak kuduga asalnya. Saya merasa bahagia, bangga, dan mensyukuri apa yang sekarang kumiliki. Bagi saya arti sebuah kesuksesan adalah bukan pada apa yang dapat kuraih, bukan gelar, bukan harta, bukan pangkat dan kedudukan, bukan pada pencapaian hasil. Tapi terlebih pada apa yang kau rasakan di hatimu. Lihatlah proses kebahagiaan itu. Begitu alami. Karena sesungguhnya, saya, manusia yang telah diciptakan dengan sebaik-baik bentuk, dengan kesempurnaan yang hakiki telah memiliki fitrah untuk merasakan sukses. Dan saya ingin kembali ke fitrah itu. Dengan impian yang saya miliki, saya mengizinkan diriku untuk berubah, saya mengizinkan diriku untuk membaik, saya mengizinkan diriku untuk berhasil. Karena saya yakin kepada Alam Semesta(dibaca:Allah) akan mengantarkan diriku menuju impian. Kukirimkan sinyal positif ke Alam Semesta, meminta, kuyakin, dan kini kurasakan semakin dekat dengannya. Saat ini dan selamanya aku selalu mengizinkan semua yang aku inginkan untuk hadir di dalam hidupku dengan mudah dan menyenangkan.

Sekarang saya tak lagi menganggap bahwa hidup hanyalah sebuah cerita klasik yang tak dapat kuatur. Sayalah pemimpin hidupku. Dan sekarang kuberanikan diri untuk berkata bahwa dalam setiap sel DNA-ku terekam kepercayaan dan kini keikrarkan dengan mantap bahwa :

”Saya memutuskan untuk selalu memiliki kekuatan dan keyakinan diri. Karena saya percaya, saya yakin, saya beriman, bahwa cahaya kekuatan Allah yang menciptakan seluruh isi alam semesta selalu mengalir dalam setiap keputusanku, pikiranku, serta dalam semua tindakanku.

Sebab saya yakin bahwa sebenarnya saya hanyalah alat bagi Allah untuk mewujudkan rencana-rencana-Nya.”
ReaD MoRe...

Saturday, June 14, 2008

reflection day


doea puluh tiga tahun sudah umurku
apa yang telah saya lalui membawa banyak hikmah
setahun lalu :
masih bersama bunda tercinta..
masih ngerjain tugas akhir...
masih nyari jati diri..
masih nyari uang
masih nge-jomblo

23 tahun
kayak kayak sudah nginjak dewasa deh
tapi apakah saya sudah benar2 dewasa..?
baik dari cara pandang,berpikir,tingkah laku..?-->i`m not sure for that.

23 tahun
saya punya obsesi tersendiri
dimana saya akan melangkahkan kaki dengan lebih mantap
saya yakin bisa membuat dunia kagum
and proud of me

23 tahun
saya punya pekerjaan tetap..
tanpa meninggalkan obsesiku buat perusahaan berlabelkan PT
saya punya calon istri yang tetap
tanpa meninggalkan calon2 yang lain,heheh

23 tahun
masa pembebasan diriku dari kemunafikan
masa pemantapan jatidiriku
masa kemandirianku terbuktikan
masa sih.... :P

23 tahun
untukmu ibuku ReaD MoRe...

Tuesday, June 3, 2008

Tugas Akhir-ku..Kebanggaanku

-Que

ANALISIS PERFORMANSI LOW DENSITY PARITY CHECK (LDPC) CODE PADA MC-CDMA

(PERFORMANCE ANALYSIS OF LOW DENSITY PARITY CHECK (LDPC) CODE ON MC-CDMA)

Departemen Teknik Elektro Hasanuddin University

sadli_electrical@yahoo.co.id

sadli_cnclearning@yahoo.co.id


Abstrak

Tugas Akhir ini menguji performansi LDPC code sebagai salah satu teknik pengkodean kanal dan blok interleaver pada sistem MC-CDMA. Pengujian simulasi yang dilakukan meliputi perbandingan penggunaan LDPC Coded MC-CDMA dengan uncode MC-CDMA, pengaruh mapper, pengaruh interleaver dan pengaruh dari kecepatan user.

Hasil simulasi menunjukkan bahwa sistem LDPC Coded MC-CDMA memberikan coding gain sebesar 3,2 dB. Penggunaan teknik mapper QPSK memiliki performansi yang lebih baik sebesar 2,8 dB dibandingkan teknik 8-PSK. Penggunaan blok interleaver dapat mengatasi burst error tetapi tidak meningkatkan performansi sistem yang tanpa burst error. Hasil simulasi juga menunjukkan bahwa performansi sistem LDPC Coded MC-CDMA untuk user yang bergerak masih tetap baik dimana untuk kecepatan 120 km/jam, target BER dapat tercapai pada Eb/No 7,3 dB

ReaD MoRe...